Buat pengalaman kuliner gak selalu mahal dan identik dengan kantong kosong hehehehe…
Image ini setidaknya yang ditanamkan oleh resto yang namanya D’Cost. Coba, lihat sama logonya aja rasa bintang 5 harga kaki 5 hehehehe… Satu konsep yang akan mudah diingat kalo kita ingin kuliner tapi gak pengin terjebak dalam konsep harga yang mahal.

Pengalaman ini aku coba bersama keluarga yang memang kalo pergi bareng rombongannya bisa untel-untelan banyaknya. Ada bokap nyokap, gw sekeluarga plus adek dan rombongan lengong yang menyertai (ada adek yang udah nikah dan bekeluarga ada juga yang masih pacaran, lengkaplah sudah). Dengan rombongan yang massive ini, kok kayaknya pas bener buat mencoba konsep yang ditawarin sama D’Cost (kami mencobanya di Bekasi Square, biar deket rumah).

Setelah membuat reservasi sebelumnya, (karena kita yakin sekali, dengan konsep harga murah harusnya resto ini bakalan rame sekali) kita pun datang kesana. Satu hal, dalam reservasi emang rada lama mulai dari daftar ulang di counter sampai di dudukkan (mendapatkan posisi duduk).  Jadi, kalau ini sampai terjadi dengan diri rekan-rekan ya harap memaklumi. Mau makan enak harga ekonomis memang ada permakluman yang disiapkan.

Berikutnya setelah duduk, kita akan diberikan lembar menu untuk panduan pemesanan.
Alaaamaak, begitu banyak pilihan yang bisa kita pesan disana. Jadi, gak perlu khawatir dengan harga akan mengurangi pilihan menu. Paling menonjol disana, adalah menu pengolahan untuk masakan sea food. Jadi, pas bener kalo pengin makan enyak harga mantap. Karena seringkali kalo makan seafood kita takut sama harga. Di daftar menu ini kita juga bakalan amaze dengan harga yang ditawarkan. Memang menggambarkan positioning “ekonomis” dari D’Cost. Saluuuut.

Pemesanan menjadi praktis karena masing-masing pegawai dilengkapi dengan Handy Talkie. Ini mempermudah dan mempercepat layanan. Misalnya mereka ingin konfirmasi masakan status seperti apa dan juga ngaciiir menyajikannya. Namun, karena memang restonya lumayan rame (dan makin rame kalo mendekati jam makan) maka sering kali pesanan kita nggak datang atau malah ketukar sama sebelah. Hmmm…

O ya, untuk menekan dari sisi biaya, tentu alat makan menjadi konsiderasi tersendiri. Misalnya dengan menggunakan bahan melamin sehingga lebih “anti pecah” dan lebih mudah penanganannya. Kebayang kalo pake gelas ware… hehehehe… nombok donk kalo pecah melulu….

O ya, kembali kepada makanan.
Dari sisi rasa, kembali pada selera. Mungkin beberapa orang menangkap “bintang lima” disini adalah dari sisi pelayanan dan rasa. Buat aku pribadi so-so. Tapi kalo dikombinasikan dengan harga yang harus dibayar ya masih dalam region yang bisa diterima. Kompromi yang masih rasional. Misalnya, masakan ala ikan salju juga lumayan kok. Cuman, kalo buat aku pribadi… porsinya harus dobel selalu hahahahahaha.. dasar perut karet.

One thing, kalo pas bayar selalu cek daftar pembayaran.
Karena sangat ramai, seringkali ada tertukar makanan yang disajikan. Dan demikian pula saat pencatatan pembayaran. So… cek dan cek kembali. Siapa tahu ada khilaf. Yang penting adalah bayar makanan yang sudah dimakan. Biar gak kualat dan sakit perut hahahahaa….

Selamat menikmati. Semoga bisa menjadi referensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*