Ini dia Kopi Aroma - Mokka Arabica, baunya lebih haruuuum...

Awalnya sih dari spirit pengin kasih oleh-oleh khas Bandung yang murah tapi tidak murahan buat temen-temen di Kantor. Nampaknya sih kok dilihat-lihat lumayan banyak penggemarnya. Yak.. penggemar kopi.

Dulu sih sering lewat tokonya, sering dapet bau harum kopi kalo lagi pas jalan-jalan di seputaran Pasar Baru Bandung.
Kata istriku sih ini bau kopi, dan lokasi pabriknya deket. Yaaa… namanya lagi gak konsentrasi sih, informasi berharga itu nggak terlalu banyak ter-follow up.

Seiring berjalannya waktu, ternyata tak disangka di kantor baru ini kok lumayan banyak penggemar atau pencinta minum kopi pagi hari. Wah.. jadi inget kalo di Bandung itu ada satu pabrik kopi yang lumayan enjos gandos. Hehehe… baru deh gali-gali informasi sekali lagi sama istri… (jiah… wkwkwkwk…)

Pucuk dicinta ulam pun tiba.
Pas waktu liburan agak panjang datang, emang lagi gak ada kesibukan kantor (sebenernya kita juga lagi kelenger) hahahaha…. Diputuskan gimana kalo bawa keluarga ke Bandung sekalian silahturahmi. Huplaaa… naiklah kita bis antar kota menuju Bandung (plus rombongan lenong, hahahaha… mangsutnya sekalian sama anak-anak).

Sesampainya ke Bandung, istirahat dan keesokan harinya pun sudah punya tempat yang dituju. Berikut dibawah ini alamatnya :

Koffie Fabriek Aroma Bandoeng
Jl. Banceuy No. 51
Bandung
Telp. 022-4230473 (Hunting)

Yup…
Dilihat dari namanya kok semi jaman kolonial gitu deh.
Memang ni Pabrik Kopi Aroma udah dari generasi ke generasi diturunkan. Dari jaman penjajahan kumpeni, penjajahan jepang sampe dijajah negeri sendiri (hahahaha.. .mulai lebay lagi hihihi…). Tokonya pun gak berubah penampilan. Tetap bersahaja dari jaman dulu (bahkan bisa dilihat tampilannya di bungkus kopi).

Ini dia lokasi Toko Kopi Aroma Bandung di Jl. Banceuy

Ternyata yang dipertahankan nggak cuman dari sisi gedungnya, tetapi juga kepada kualitas kopi yang disajikan.
Nah.. disajikan disini bukannya di seduh, tapi mereka hanya jual biji kopi yang sudah siap seduh hehehe.

Disini, akan ada pegawai yang dengan ramah dan telalen melayani pertanyaan kita atau order.
Misalnya mau kopi apa? Robusta (rasanya lebih kuat) atau Arabica (baunya lebih wangi). Mau kopi Lampung, Medan, Toraja atau bagian mana di Bumi Nusantara ini?

Lihaaaat... para barista Kopi Aroma sedang sibuk menyiapkan kopi pesanan pelanggan

Nah, kalo mau bahkan bisa ketemu dengan pemilik tokonya (sayang sekali saya malah ndak ketemu sambil ngarep dia ngajakin keliling tokonya yang legendaris ini). Nah, Toko Kopi Aroma ini memang banyak dikunjungi oleh turis. Jadi, mereka nggak cuman mau beli kopi… tapi juga semacam bernostalgia lah.

Bukan itu saja yang bikin menarik berkunjung dan beli Kopi Aroma.
Tapi, kuliner itu kan juga penting kalo kita bisa tahu cerita menarik dibelakangnya. Kayak Kopi Aroma ini, ada cerita menarik dibelakangnya tentang cara pembuatannya. Misal : Kopi-kopi disini, tidak langsung habis dijemur dimasak dan digiling. Biji kopi yang sudah terpilih disimpan dengan baik selama 8 (delapan) tahun minimal sebelum diproses untuk kopi siap seduh.

Lha… kenapa kok 8 (delapan) tahun?
Katanya, supaya sang biji kopi ini dapat turun kadar asamnya. (sering kali kita mencecap rasa asam saat minum kopi). Nah, dengan cara diperam dulu selama 8 tahun maka rasa yang tidak diinginkan tersebut bisa dieliminir.

Itu saja?
Waah tidak. Mereka juga katanya melakukan “memasak” kopi dengan menggunakan cara tradisional. Yakni masih memanfaatkan tungku kayu yang bahan bakarnya adalah kayu Pohon Karet. Tentu, tujuannya untuk menghasilkan suhu panas yang diinginkan saat memasak.

Hmmm… menarik bukan?

Kalo mau ngebet cicipin, bisa kok pesen di website ini.
Silahkan dilihat-lihat ya…. (malah promosi xixixixixi… yo ben, sekalian saling menolong penggemar kopi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*