gethuk goreng merk Asli - Banyumas

Whaaa… ini dia kalo lagi beruntung karena banyak teman pulang dari mudik. Salah satunya adalah beruntung dari sisi cemilan hehehehe….

Ternyata, yang namanya cemilan Gethuk Goreng tidak hanya berasal dari Jawa Timur aja. Di daerah Jawa Tengah yakni Banyumas ada juga Gethuk Goreng. Kali ini yang bawa adalah mbak Fiona hehehe…Merek yang diusung adalah Gethuk Goreng H. Tohirin. Dilabelnya dicantumkan bahwa ini gethuk merupakan tradisi dari 1918 dan mulai terkenal sejak 1922. Ini adalah salah satu statement bahwa memang ini warisan budaya bangsa.

Model label seperti ini sangat informatif, misalnya ada alamat dan nomor telpon. Juga kapan merek tersebut diperdagangkan. Jadi beda sama yang lainnya. Misal, mau beli Gethuk ya jelas. Gak sembarang gethuk goreng tapi misalnya yang bikinan Pak Haji Tohirin. Itu akan sangat spesifik. Jangan kayak misalnya sop kambing pak Kumis. Semua akan memasang merek serupa. (nanti malah bikin kumis Baplang, kumis gondrong atau kumis kucing akan lebih baik).

Kembali mengenai rasa, setelah dicoba ada beberapa kesan yang membedakan dari Gethuk-nya Om Joko, seperti :
1. Lebih kecil ukurannya (apa karena besek-nya lebih kecil?)
2. Karena lebih kecil, dicoba satu-satu lebih terasa lunak (tapi bukan lunak melempem).
Mungkin ini disebabkan perbedaan cara pengolahan ya?
3. Yang ini ada nama mereknya… sehingga kalo mau beli lagi gak sulit.

Gethuk Goreng

Kedua Gethuk yang dicoba baik Om Joko dan Mbak Fiona memiliki kesamaan dari sisi rasa dasar Gethuk Goreng, gurih karbohidrat dan manis. Mungkin nanti ada jenis gethuk lain yang bisa memberikan inovasi. Hyuuukk… mari kita lestarikan

3 Comments for this entry

  • Singgih Octafianto says:

    haji tohirin memang terkenal, tapi sebetulnya bukan ini yang paling enak. saya pribadi yang memang orang wilayah eks karisidenan banyumas lebih memilih getuk goreng murni-ngandap asem (dibawah pohon asam). posisinya di sebelah outlet h. tohirin nomor 1 (outlet milik beliau semua diberi nomor).

    getuk h. tohirin hitam, karena menggunakan gula yang hitam. kecil dan cenderung keras karena getuk kecil kalo digoreng gosong. bagi saya, terlalu alot. getuk goreng murni mentah berwarna kecoklatan, setelah digoreng masih coklat tidak berwarna hitam dan teksturnya lembut. gula yang pecah ketika digoreng coklat gelap dan manis. getuk goreng mentah (dimakan dengan parutan kelapa muda dicampur sedikit garam) maupun gorengnya numero uno.

    • admin says:

      Halo Pak Singgih,

      Wah.. terima kasih nih dapet ulasan lebih mendalam dari nara sumber langsung.
      Boleh juga pak, jadi pengin nyoba yang getuk sing gak pake gosong. Mudah-mudahan bisa diberi kesempatan lewat kesana nih…
      Hmmm penasaran wkwkwkw….

      Terima kasih udah dibantu semangat melestarikan kuliner Indonesia nih Pak.
      Jadi mangkin cinta betapa banyaknya makanan enak berserak diseluruh negeri. Huwaah…luar biasa nih Pak Singgih.

      Salam,

      Hari Gendut

  • Singgih Octafianto says:

    yang rada mengherankan, kenapa yang terkenal itu h. tohirin. mungkin karena outletnya banyak, terakhir ada 18 tempat di seluruh banyumas. mudah2an aja bisa lewat lagi pak hari, mencicipi getuk goreng yang lebih proper komposisi rasanya dan menikmati yang belum digoreng.

    saya sendiri juga masih seneng sama getuk goreng meskipun membatasi diri. karena itu penuh karbohidrat dan gula. menurut pemilik ngandap asem, untuk 100kg singkong, gula merah yang dipake sekitar 60kg makanya manisnya medhok :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*