Artikel ini sudah pernah aku posting di e-mail blast…
Karena aku rasa berguna ya wis tak simpen ae disini… mudah-mudahan berguna. Ide-nya sih gara-gara ngeliat klo sifat manusia salah satunya adalah “Tumbak Cucukan”, atau suka mengadu sama orang lain. Hehehe.. lumayan loh nek sampeyan bisa mencermati.. malah jadi marketing tools yang efisien.
 
Berikut saya mendapatkan sebuah artikel singkat dari sebuah mailing list, tentang bagaimana memanfaatkan WOM (Word of Mouth / Getok Tular / Marketing dari Mulut ke Mulut). Hal ini dipelajari dari dari Pak Bob Sadino. Selamat membaca… selamat berbagi.
 
Beliau memang langsung terjun kelapangan untuk ‘mengelilingi’ telur-telur yg ada dipasaran. Sampai beliau menemukan ada konsumen yang cerewet sekali..
Dia mengamati, sampai saat orang tersebut mendapatkan telur yg busuk. Ternyata, si pelanggan tersebut langsung berbicara kepada orang-orang lainnya dengan cerewet bahwa ”Telur tersebut tidak baik dan bla bla.. bla..” sampai mulut berbusa ( hiperbolis dikit, hehe.. )
 

 

 

 

Pak Bob Sadino terus mengamati. Tidak lama, telur beliau sampai di tangan ibu cerewet tersebut.
Namun Bob Sadino melakukan suatu hal yang menarik. Yaitu dari lusinan telur yang dikirimkan, disisipkan satu telur busuk kepada si Ibu. (Nah loh??)
Dan terang saja, ibu cerewet itu pun bersiap untuk complain. Melihat hal tersebut, dengan santainya Bob Sadini mengirimkan ganti dari telur busuknya tersebut. Anda tahu apa yang terjadi…..
Si Ibu tersebut langsung menjadi cerewet. Tp bukan untuk complain, tp untuk menceritakan pelayanan yg terjadi yg diberikan oleh Bob Sadino.
 

(Cerita aslinya baca dibukunya Bob Sadini aja yah,kurang lebih begitu)

Hal ini mengingatkan kita, dlam melakukan WoM perlu diingat bahwa product dan service kita haruslah baik terlebih dahulu. Karena kalau salah, maka akan menjadi boomerang.

Kalau kita baca buku Crowd (sekalian info nih) Trust menjadi masalah yg penting. Karena jika product dan service tidak dibina, maka akan menjadi WOM negative seperti pada www.walmartwatch. com

Seperti kita ketahui, Pak Bob adalah seorang pengusaha supermarket dan banyak men-supply dengan barang-barang produksinya sendiri.

2 Comments for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*