Ihik.. ihik…
Akhirnya artikel mini tentang perwatan di bengkel resmi atau bengkel umum muncul juga di sebuah tabloid Otomotif kekekeke… Berawal dari bincang-bincang dan tercetuslah ide untuk berbagi konsiderasi ringan yang bisa digunakan untuk pembaca dalam merawat kendaraan kesayangannya. Yaah.. gak banyak sih yang bisa disampaikan di lapak yang disediakan, namun diharapkan dari sana bisa bergulir banyak pertimbangan lain.

The choice is yours… balek lagi ke pelanggan tho… mana sing cocok dari sisi selera, kantong maupun idealisme. Artikel selengkapnya ada dibawah ini yak :

BENGKEL RESMI DEALER VS UMUM!

Mengikuti komparasi bengkel resmi di tabloid ini beberapa waktu lalu, secara tidak langsung membuka mata kita, pentingnya sebuah layanan dan kelengkapan guna menjamin kepuasan konsumen. Mari kita lihat kembali fungsi berkendara yang sudah menjadi bagian dari identitas gaya hidup metropolitan. Jangankan melakukan segala aktifitas keseharian yang hiruk pikuk ini, untuk sekadar melepas kepenatan juga bisa dilakukan di atas roda. Intinya, kendaraan sudah menjadi ‘kekasih’ atau bagian hidup kita.

Namun, sebuah pertanyaaan muncul! Sejauh mana kita menghargai ‘pasangan hidup’ kita itu? Ibarat koin mata uang, ada dua pilihan utama yang bisa dihadirkan untuk perawatan kendaraan. Pertama adalah beres yang berada satu payung dengan dealer resmi. Berikutnya adalah bengkel umum atau aftermarket yang tidak ada ikatan dengan dealer dari merek kendaraan bersangkutan.

Nah, mari kita ulas satu persatu. Beres identik dengan ‘peace of mind’. Maklum saja, lantaran dengan stan­dardisasi peralatan, kelengkapan komponen, sumber daya manusia, dan ragam layanan kenyamanan yang disediakan membuat pemilik kendaraan lebih tenang menitipkan kendaraan.
Melirik fasilitas penunjang seperti quick service di Honda yang bisa mencapai 30 menit plus service car. Atau di Toyota dikenal dengan express maintenance dan layanan ‘jemput bola’ ala Toyota Home Service (THS).

Berikut urusan kenyamanan, beres juga menyediakan layanan plus. Seperti ruang tunggu yang supernyaman hingga ragam monitor yang bisa memantau pekerjaan mekanik. Pastinya, fasilitas dan layanan dari beres tersebut, sangat jarang ditemui di bengkel umum. Selain tentunya juga adanya jaminan mesin dari beres mobil bersangkutan selama mengikuti service berkala.

Namun, menjadi perhatian kita bersama, bahwa banyak produsen kendaraan yang hanya berorientasi pada target penjualan. Alhasil, urusan kelengkapan dan kenyamanan aftersales service menjadi urutan yang bisa diabaikan.
Kondisi itupula, yang membuat konsumen ‘selingkuh’ ke bengkel umum yang juga dikenal sebagai ‘gerai murah biaya jasa dan spare part’. Mengapa para pemilik kendaraan ‘selingkuh’? Pastinya ada ketidakpuasan yang terjadi dan menjadi pekerjaan rumah untuk para produsen kendaraan. Terlebih lagi kalau pekerjaan rumah tersebut selalu ada yang memantau, seperti lembaga survei internasional dan media massa. Masih berani lengah?•
————————————–

11 Comments for this entry

  • Arief Hidayat says:

    Tulisannya bagus….dan membangun pencitraan

  • Agus Soehardjo says:

    Jadi intinya di bengkel resmi mahal yaaa…mending di bengkel umum. boleh tau ini tulisan ada di harian apa?

    • Hari Gendut says:

      ndak gitu juga Om Agus, mahal atau tidak nantinya akan bersifat relatif kembali kepada masing-masing pelanggan. Karena di bengkel resmi (beres) kita ada jaminan dari standarisasi kerja si pembuat mobil (maker-nya). Sehingga kita bisa lebih nyaman. Dengan standarisasi akan lebih mudah mengukur kinerjanya. Belum lagi dengan fasilitas layanan lain yang diberikan, tentunya kembali kepada pelanggan yang merasakannya Om.
      Mudah-mudahan berkenan.
      O ya Om, artikel ini muncul di tabloid Otomotif, edisi no. 33 tanggal 21 Desember 2009.

  • Iman Suryajaya says:

    Saya kebetulan pelanggan Otomotif dan tabloid Bola, dan kebetulan punya Honda Jazz, Civic, dan Avanza, memang bengkel resmi layak diacungi jempol. Sayang pada tulisan itu kurang mengkritisi tentang maraknya bengkel yang nakal, baik itu beres maupun aftermarket. Bukannya otomotif jago kritik? ayo dong! mas juga wartawan?

    • Hari Gendut says:

      Alo Pak Iman,
      Waah terima kasih sudah berlangganan Otomotif yaa.
      Kesempatan yang baik nih buat Pak Iman untuk merasakan brand yang berbeda hehehe… Dari ulasan Otomotif memang dua merk tersebut (Toyota dan Honda) terpantau memiliki komitmen yang baik dalam pelayanan terhadap pelanggan. So, yang diuntungkan kembali lagi kepada kita-kita yang menggunakan produknya.

      Mudah-mudahan ini bisa menular ke ATPM lain ya… Amien.

      Wah… jadi masukan yang berharga buat Otomotif neh mengenai liputan bengkel yang “nakal” baik dari sisi Bengkel Resmi (Beres) maupun dari Bengkel Non Resmi. Mudah-mudahan jadi referensi yang baik bagi pembaca juga Ya Pak.

      Kebetulan saya bukan wartawan Pak Iman, saya pembaca Otomotif biasa seperti Bapak yang suka dengan dunia Otomotif Pak. Ingin berbagi saja dengan yang lain. Mudah-mudahan berkenan.

  • Ratih Sanggarwati says:

    wah kapok di beres, biaya melonjak dan ruang tunggunya bau…payah nih Hyundai

    • Hari Gendut says:

      Alo Bu Ratihsang, terima kasih untuk commentnya ya.
      Seharusnya ini menjadi masukan yang baik bagi pihak Bengkel resmi untuk perbaikan. Bengkel resmi yang baik biasanya akan melakukan survey ringan (misalnya menelepon pelanggan setelah 2 – 3 hari dari bengkel). Dengan demikian pihak bengkel dapat memantau hasil pekerjaan yang dilaksanakan untuk pelanggan.

      Perlu jadi perhatian ATPM bahwa proses penggunaan mobil ini lebih lama (bisa bertahun-tahun untuk menggunakannya) dibandingkan proses pembeliannya (bisa dalam hitungan bulan untuk memutuskan membeli). Itulah sebabnya sekarang ATPM terpacu untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi bagi para pengguna produknya.

      Untuk ketidakpuasan Bu Ratihsang bisa kontak customer care di :
      Phone (021) 8891213 atau
      dari website http://indonesia.hyundai-motor.com diperoleh info
      Phone +62-21-729-3338
      fax +62-21-729-3269
      e-mail cs@hyundaimobil.com
      Ikut prihatin ya Bu untuk pengalamannya yang kurang mengesankan. Mudah-mudahan jadi sarana perbaikan neh buat manajemennya Hyundai.

  • dei-gust says:

    Betul, kalau di beres pasti harus sesuai standar pabrik. Tapi permasalahannya adalah apakah kita sebagai pemilik tahu mengenai standar pekerjaan tersebut? atau cuma karena kita lebih yakin saja, makanya dipilih beres daripada umum.

    • admin says:

      Halo Om Edi,

      Iya memang kalo di bengkel resmi enaknya ada jaminan atas hasil pekerjaan Om. Jadi memang membuat kita lebih secure karena jaminan keaslian part juga dilakukan. Jaminan pekerjaan ini yang diberikan untuk standarisasi kerjanya. Jadi setidaknya, kalo ada sesuatu yang diluar hasil yang dijanjikan pelanggan dapat melakukan claim hasil kerja (biasanya memiliki rentang waktu claim 1 – 3 bulan).

      So far, kalo bengkel umum juga memberikan jaminan atas hal yang sama, bukan tidak mungkin akan laris (misalnya kita lihat jaringan astra juga punya bengkel diluar ATPM-nya). Tentunya, dari layanan yang diberikan tetap ada implikasi ke harga bukan? (mirip bengkel resmi juga, atau bahkan bisa lebih mahal kalau spesialis tuning untuk keperluan tertentu).

      Semoga berkenan ya Om,

      Salam,

      Hari nDut

  • Heru says:

    Saya setuju dengan penjelasan Bpk. Tetapi pada kenyataannya mayoritas BERES dengan kategori 2S (Service dan Spare Part) memiliki modal yang minim. Sehingga untuk melengkapi hal2 tersebut di atas diperlukan modal yg lumayan besar. Apalagi tidak disuport oleh Main daeler atau ATPM seperti peminjaman alat atau pembelian alat dengan cara di cicil. Karena ATPM maksimal cuma memberikan diskon hingga 50%. Disamping itu tidak ada edukasi dari ATPM jika pemilik kendaraan tdk menservice kendaran di bengkel resmi hingga 100.000KM maka garansi mesin akan hilang. Jika hal ini dilakukan oleh ATPM maka saya berani jamin semua BERES 2S memiliki kesamaan pelayanan. Saya bisa mengatakan ini karena saya saat ini bekerja di sebuah BERES 2S sbg staff administrasi di salah satu merek mobil terkenal di tanah air ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*